Kencan Dengan Tuhan. Kamis, 24 Desember 2015

Bacaan:

Amsal 16:32

“Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.”

Renungan:
Di hati kecil setiap orang, tidak ada yang mau dijadikan sasaran kemarahan orang lain. Seorang hamba Tuhan berkata, “90% lebih emosi seseorang dalam bentuk kemarahan dilampiaskan kepada orang-orang terdekat dan yang dikasihinya. Suami kepada istri dan anaknya, istri kepada suami dan anaknya, anak kepada orangtuanya.” Hamba Tuhan lain berkata, “Kita harus memiliki hati bagaikan samudera, terutama bagi keluarga kita. Samudera adalah tempat yang bisa menetralkan setiap bangkai yang dibuang kesana. Tidak ada bau bangkai di samudera. Hati kita juga harus bisa menampung ‘bangkai’ keluarga kita, yaitu kemarahan dan kekesalan. Dan menetralkan bangkai tersebut, supaya tidak dibuang ke tetangga.” Memang hal ini terasa tidak adil, tetapi itulah salah satu fungsi orang-orang yang berada di dalam satu keluarga. Daud, dia bisa garang kepada para musuhnya, tetapi dia bisa menerima kemarahan Absalom anaknya. Di satu sisi, kemarahan itu tidak dibenarkan, tetapi di sisi lain seorang pasangan atau anggota keluarga harus siap menjadi tempat sampah kemaraan tersebut. Bacaan diatas mengartikan bahwa seseorang yang rela menjadi tempat sampah tersebut akan mempunyai kekuatan untuk menang, yaitu mengambil hati mereka yang marah dan berusaha membawa keluarga dalam suasana damai sejahtera. Tetapi untuk bisa demikian, hidupnya harus mau dibimbing Roh Kudus sehingga sanggup menampung perkataan dan tingkah laku yang tidak menyenangkan dari anggota keluarga kita. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, beri aku hati seluas samudera agar mampu menampung semua kemarahan dan kekesalan dari setiap anggota keluargaku. Bimbinglah aku dengan kuasa RohMu agar aku pun mampu memberi kelegaan dan sukacita bagi mereka melalui ketenanganku. Amin. (Dod).