Kencan Dengan Tuhan. Kamis, 31 Desember 2015

Bacaan:

Amsal 18:14 “Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?”

Renungan:

Oscar Leonard Carl Pistorius adalah seorang pelari cepat dari Afrika Selatan. Dia dikenal dengan sebutan “pelari mata pisau” atau “pelari tercepat tanpa kaki”. Dia adalah pemegang rekor dunia lari jarak 100, 200, dan 400 meter. Pistorius lahir di Sandton, Johannesburg dengan kondisi tidak mempunyai tulang betis di kedua kakinya. Pada umur 12 tahun orang tuanya memutuskan untuk mengamputasi kedua kakinya. Pada umumnya keadaan seperti ini akan menimbulkan rasa frustasi, namun tidak demikian dengan Pistorius. Keadaan yang tidak normal itu justru membuatnya terpacu semangatnya mencoba hal-hal yang sulit dicapai manusia cacat. Pada akhirnya dia bisa menunjukkan kemampuannya menjadi seorang pelari yang hebat. Jika Pistorius menyerah pada nasib, dunia tidak akan mengenal dia. Perjalanan hidupnya membuktikan bagaimana hidupnya diliputi dengan semangat yang tinggi untuk meraih sukses. Dia tidak menyalahkan diri sendiri, orang tua atau Tuhan. Hal yang sama juga bisa terjadi atas kita. Setiap kita mempunyai kelemahan dan kekurangan. Mungkin badan kita terlalu pendek atau terlalu tinggi. Mungkin cacat tangan atau kaki. Mungkin kurang bisa melihat atau mendengar dengan baik. Apapun itu bukan alasan bagi kita untuk mengeluh, apalagi patah semangat. Ingat Tuhan itu adil! Dia pasti memberikan kepada kita kelebihan di sisi yang lain. Kita bisa menjadi orang yang luar biasa jika kita berusaha dengan luar biasa bersama Tuhan yang luar biasa. Tuhan memberkati.

Doa:

Yesus, beri aku semangat untuk dapat melakukan tugasku dengan baik walau ada keterbatasan pada fisikku. Aku percaya kekurangan yang ada padaku telah Engkau lengkapi dengan kelebihan yang daripadaMu. Amin. (Dod).