Kencan Dengan Tuhan. Rabu, 30 Desember 2015

Bacaan:

Amsal 15:23

“Seseorang bersukacita karena jawaban yang diberikannya, dan alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya!”

Renungan:

Suatu hari Tzu Chin bertanya kepada Mencius seorang bijaksana, “Guru, apakah dengan jumlah perkataan yang diucapkan seseorang, orang itu menjadi mulia dan bijaksana?” Mencius menjawab, “Katak itu bersuara keras siang dan malam, namun orang menyumpahi dan tak ada perubahan apa-apa terhadap ucapan kata-katanya. Lain halnya dengan ayam jantan yang hanya berkokok sekali pada waktu pagi-pagi buta. Segala sesuatu di langit dan di bumi ini mengalami perubahan pertanda pagi telah tiba. Yang penting bukan banyaknya perkataan, tetapi perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya.” Seperti peribahasa ‘tong kosong nyaring bunyinya’ demikianlah orang yang terlalu banyak bicara sampai mau tahu semua urusan orang lain yang kemudian digosipkan ke mana-mana, maka perkataannya itu tidak ada kuasanya, melainkan hanya akan membuat orang menjaga jarak dengannya. Jika perkataan yang keluar dari mulut kita tepat, maka banyak jiwa yang mengalami pergumulan menjadi dikuatkan, mereka yang salah jalan mendapatkan teguran dan nasihat, mereka yang sedih mengalami penghiburan. Semakin kita diam dan berdoa, maka ketika kita berkata-kata, perkataan kita punya kuasa yang dapat memberi kelegaan bagi orang yang mendengarnya. Marilah kita jaga setiap perkataan kita, agar apa yang kita katakan akan menjadi berkat bagi orang lain dan orang lain menjadi rindu akan perkataan dan nasihat kita. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, urapilah mulut, bibir, lidah dan suaraku, agar setiap perkataan yang keluar dari mulutku akan memberi kelegaan, kelapasan dan kesembuhan bagi setiap orang yang mendengarnya. Yesus, pakailah perkataanku menjadi perkataanMu sendiri sehingga dapat menjadi berkat bagi

banyak orang. Amin. (Dod).