Kencan Dengan Tuhan. Senin, 28 Desember 2015

Bacaan:
2 Korintus 3:2
“Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.”

Renungan:
Mahatma Gandhi dalam autobiografinya menceritakan bahwa pada masa sekolahnya dia sangat tertarik pada Alkitab. Hatinya tersentuh secara mendalam ketika dia membaca Injil. Pada suatu hari minggu dia pergi ke gereja untuk mengikuti ibadah. Tetapi ketika ia memasuki gereja, penyambut tamu di gereja menolak memberikan tempat duduk kepadanya dan menyarankan supaya dia pergi dan beribadat bersama-sama orangnya sendiri. Mahatma Gandhi meninggalkan tempat itu dan tak mau kembali lagi. Dia berkata, “Jikalau orang Kristen mempunyai perbedaan kasta juga, lebih baik aku tetap menjadi orang Hindu.” Terkadang tanpa kita sadari perkataan dan perbuatan kita menjadi batu sandungan bagi orang lain untuk mengenal Yesus. Ada banyak kesempatan kita memperkenalkan kasih Yesus tapi sering hal itu terlewat begitu saja. Sikap dan perkataan kasar terhadap pembantu atau supir, sikap cuek dan acuh tak acuh terhadap penderitaan tetangga kiri dan kanan, terkadang hal itu membuat mereka benci dengan kekristenan. Padahal Yesus mengajak kita semua untuk berpikir, berkata-kata dan bertindak menggunakan bahasa kasih, agar semakin banyak orang mengenal dan menerima kasih Yesus di dalamnya. Maukah kita menjadi rekan kerja Yesus untuk meluaskan kerajaanNya di dunia? Kalau mau, marilah kita menjadikan pikiran, perkataan dan perbuatan kita menjadi bahasa kasih, sehingga kehadiran kita dapat menjadi kehadiran Yesus di dunia ini. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, ubah pikiran, perkataan dan perbuatanku serupa dengan pikiran, perkataan dan perbuatanMu sendiri dengan bahasa kasih, agar setiap orang yang bergaul dan berhubungan denganku setiap hari boleh mengenal dan merasakan kasihMu yang mengalir melalui kehidupanku, sehingga melalui kehadiranku semakin banyak jiwa kupersembahkan kepadaMu. Amin. (Dod).