Kencan Dengan Tuhan. Rabu, 27 Januari 2016

Bacaan:
1 Tawarikh 22:19a

“Maka sekarang, arahkanlah hati dan jiwamu untuk mencari TUHAN, Allahmu.”

Renungan:
Seorang India berjalan bersama sahabat lamanya yang bukan orang India. Keduanya melewati jalan yang begitu ramai dengan mobil yang lalu lalang, sehingga mereka hampir tidak bisa mendengar bunyi yang lain selain bunyi mesin mobil dan klakson yang begitu ramai. Di tengah kebisingan tersebut, tiba-tiba orang India tadi menepuk bahu sahabatnya, “Aku mendengar suara burung yang merdu sekali.” Sahabatnya menjawab, “Bagaimana mungkin kau bisa mendengar suara burung di tengah kebisingan seperti ini? Aku sendiri tidak mendengar apa-apa.” Orang India tersebut mengambil uang logam dan menjatuhkannya ke atas trotoar. Semua orang yang ada di sekitarnya menoleh ke arah uang logam yang jatuh itu. Orang India itu berkata, “Kau perlu tahu bahwa suara uang logam tadi tidak lebih keras daripada suara burung yang aku dengar. Masalahnya terletak pada perhatian. Kita akan selalu mendengar dengan lebih baik pada hal-hal yang biasanya kita perhatikan. Perhatian orang terhadap duit ternyata lebih besar.” Orang yang menaruh perhatian pada perkara duniawi akan lebih cepat tertarik pada perkara tersebut, sedangkan orang yang menaruh perhatian pada perkara rohani akan cepat tertarik pada perkara tersebut. Mengapa banyak orang yang tidak mau menanggapi firman Tuhan? Jawabannya adalah karena orang-orang seperti ini tidak menaruh perhatian pada perkara-perkara rohani. Saat ini, ke manakah perhatian dan hati kita terarah? Jangan karena sibuk dengan urusan kehidupan, kita lupa kepada sang pemberi kehidupan. Belajarlah menjadi orang yang bijaksana dengan memilih ke manakah kita harus mengarahkan perhatian dan hati kita. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, jangan biarkan hatiku melekat pada perkara-perkara duniawi. Tetapi bukalah hatiku untuk mulai mengarahkan hatiku kepada perkara rohani yang merupakan bekal hidupku setelah kematian. Amin. (Dod).