Kencan Dengan Tuhan. Sabtu, 20 Februari 2016

Bacaan:
Kejadian 4:7
“… Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.”

Renungan:
Hati adalah pusat segalanya. Bukan hanya untuk hal-hal yang rohani saja, tetapi semua aspek kehidupan manusia bermula dari hati. Jadi, jika hati tidak dijaga dengan segala kewaspadaan, maka hati akan menjadi tanah yang subur bagi benih-benih kejahatan. Waspadai niat jahat yang mencoba menyelinap ke hati, jika tidak segera dihalau maka kita akan segera melakukan perbuatan jahat yang membuahkan maut. Niat jahat yang dipelihara di dalam hati, sesungguhnya seperti ulat di dalam apel. Ia akan menggerogoti dan membusukkan kita dari dalam. Simpanlah di hati sikap yang mengampuni, maka hati akan melipatgandakannya sehingga kita terbentuk menjadi seorang pengampun. Simpanlah kemurahan, maka hati akan membuat kemurahan mewarnai hidup kita. Sebaliknya simpanlah di hati rasa benci, iri, cemburu, kecurangan dan sebagainya, maka cepat atau lambat hati akan membuat kita mengikuti jejak Kain, Saul, Izebel dan Ahab. Karena itu ketika iblis mencoba untuk menaburkan benih-benih jahat di hati kita, lawanlah dengan kekuatan Allah. Pergunakanlah pedang roh yaitu firman Allah, dan mintalah Roh Kudus menolong supaya kita keluar sebagai pemenang di dalam memerangi godaannya yang besar. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, jagalah di pintu hatiku agar aku selalu waspada terhadap kebencian, iri, dengki, kemarahan dan dendam yang senantiasa menggoda hatiku. Beri aku rahmat kerendahan hati, sehingga apapun yang orang lain perbuat terhadapku, bahkan hal-hal yang menyakitkan sekalipun, hatiku akan tetap tenang dan tak tergoyahkan untuk menyimpan kepahitan. Yesus, jadikan hatiku seperti hatiMu. Amin. (Dod).