Kencan Dengan Tuhan. Jumat, 22 April 2016

Bacaan:

Efesus 4:32 (TB-)

Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.”

Renungan:
Sebagai seorang pengacara Lincoln dipekerjakan untuk sebuah kasus penting. Ketika melihat kehadirannya, seorang pengacara lain berkata, “Singkirkan dia! Saya tidak mau dihubungkan dengan kera canggung seperti dia.” Selama kasus tersebut berlangsung, Lincoln diacuhkan. Pengacara yang telah mengejeknya itu kemudian dengan ulung membela kliennya dan akhirnya memenangkan kasus tersebut. Ketika Lincoln menjadi Presiden Amerika Serikat, di antara semua kritik yang diterimanya adalah kritik dari pengacara yang pernah melukainya tersebut. Tetapi Lincoln tidak pernah lupa bahwa pengacara tersebut juga adalah seorang pengacara dengan otak yang cerdas. Oleh karena itu ia mengangkatnya menjadi sekretaris perang. Lincoln memilih Edwin M. Stanton, orang yang pernah melukai dan mengejeknya. Hanya seorang pria dengan karakter dan roh yang dapat mengampuni seperti Lincoln sajalah yang dapat menjulang tinggi di atas ejekan Stanton. Ketika akhirnya Lincoln meninggal, Stanton pun dipenuhi kesedihan yang mendalam. Bila kita menyadari bahwa kita telah menerima pengampunan hanya karena anugerah Allah di dalam Yesus, maka kita akan memperoleh kekuatan untuk mengampuni sesama kita. Bila kita memiliki hati yang lapang untuk mengampuni sesama, maka pengampunan yang kita berikan akan mengikat hatinya menjadi sahabat kita, sehingga kita bisa memiliki banyak sahabat. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, terima kasih atas rahmat pengampunan yang telah Kauberikan padaku. Kini ajarilah aku untuk menyalurkan juga rahmat pengampunan itu kepada sesama yang telah menyakitkan hatiku, agar kasihMu pun dirasakan oleh mereka. Amin. (Dod).