Kencan Dengan Tuhan. Minggu, 24 April 2016

Bacaan:

Amsal 11:11
“Berkat orang jujur memperkembangkan kota, tetapi mulut orang fasik meruntuhkannya.”

Renungan:
Suatu kali seorang guru memutuskan untuk menguji kejujuran murid-muridnya. Ia mengajukan pertanyaan kepada mereka, “Apa yang akan kamu lakukan jika kamu menemukan sebuah dompet penuh dengan uang, tergeletak di jalan?” “Saya akan mengembalikannya kepada pemiliknya,” jawab murid yang pertama. “Ia menjawab dengan cepat, saya tidak yakin apakah ia benar-benar akan melakukan hal itu,” pikir sang guru dalam hati. “Saya akan menyimpan uang itu jika tidak ada satu orang pun yang melihat saya menemukan dompet itu,” kata murid yang kedua. “Ia memiliki lidah yang jujur, tetapi hati yang jahat,” kata guru tersebut dalam hati. Lalu murid yang ketiga menjawab, “Yah, guru. Sejujurnya saya percaya bahwa saya akan tergoda untuk menyimpannya. Jadi saya akan berdoa kepada Tuhan agar Ia memberi saya kekuatan untuk menolak godaan tersebut dan melakukan hal yang benar.” “Aha,” pikir sang guru. “Inilah pria yang dapat saya percaya.” Diri kita yang sebenarnya adalah saat kita benar-benar sendirian dan tidak ada orang yang melihat. Pertanyaannya: Apakah pada saat itu, pribadi kita tetap sama dengan pribadi kita yang kita tunjukkan di hadapan banyak orang? Tuhan menginginkan kita menjadi pribadi yang utuh, baik, bersih dan benar di hadapanNya dan di hadapan semua orang. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, penuhilah aku dengan kuasa RohMu, agar diriku pada saat sendirian dan saat ada bersama dengan banyak orang tetap sama. Tidak ada sandiwara di antara aku dan mereka, karena aku tahu, bahwa Engkau melihat dan mengetahui apapun yang aku perbuat di setiap saat. Oleh karena itu jadikanlah aku pribadi yang utuh, baik, bersih dan benar di hadapanMu dan di hadapan sesamaku. Amin. (Dod).