Kencan Dengan Tuhan. Kamis, 23 Juni 2016

Bacaan:

1 Petrus 3:9
“Dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat.”

Renungan:
Pada bulan April tahun 1958, seorang mahasiswa asal Korea berusia 26 tahun bernama In Ho Oh diserang oleh sekelompok pemuda di Philadelphia, Amerika Serikat, yang menginginkan sejumlah uang darinya. Polisi yang menemukannya, segera melarikan In Ho Oh ke rumah sakit terdekat. Namun sayangnya nyawanya tidak tertolong. Berita tersebut membuat banyak orang di Amerika dan Kanada menjadi marah. Namun orang tua Ho justru memiliki sikap dan cara pandang yang berbeda. Orang tua Ho menulis surat kepada pemerintah Philadelphia yang berbunyi, “Kami berterima kasih kepada Tuhan karena memberi kami suatu rencana yang indah dalam hidup kami. Kesedihan yang kami alami diubahkan menjadi suatu yang indah. Adalah suatu pengharapan dalam hidup kami, bahwa kamipun bisa menjadi penolong bagi jiwa-jiwa yang belum diselamatkan. Keluarga kamu telah sepakat menabung untuk membiayai pendidikan, bimbingan sosial dan kegiatan keagamaan mereka sesudah mereka dibebaskan.” Tuhan tidak menghendaki kita berbuat baik hanya kepada mereka yang telah berbuat baik pada kita agar hutang budi kita impas begitu saja. Tuhan ingin kita membuat perbedaan yaitu mengampuni dan mengasihi setiap orang yang telah menyakiti kita. Itu memang tidak mudah. Namun jika kita bisa melakukannya, kita akan beroleh berkat yang luar biasa. Dengan mengampuni, seseorang akan tersentuh hatinya dan akan tergerak untuk mengubah dirinya. Kasih selalu lebih kuat dari kebencian. Pengampunan akan membawa kita menuju masa depan yang lebih baik. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, ajarilah aku untuk mau mengampuni. Hal ini memang menyakitkan, namun aku percaya kasih Mu lebih besar dari kebencian yang ada di dalam hatiku. Yesus, kuasailah hatiku. Amin. (Dod).