Kencan Dengan Tuhan. Rabu, 22 Juni 2016

Bacaan:

Roma 12:21

“Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!”

Renungan:
Nelson Mandela adalah seorang pejuang kulit hitam Afrika Selatan yang dipenjara selama 27 tahun oleh lawan politiknya dengan dakwaan palsu. Ketika Mandela keluar dari penjara dan berhasil menjadi Presiden Afrika Selatan, panglima tentaranya mengusulkan agar ia menangkap, memenjarakan dan membunuh lawan politiknya yang dulu telah memperlakukannya dengan tidal adil. Namun Mandela menolak usulan tersebut dan mengampuni mereka. Ia mengajak semua orang untuk membangun kehidupan yang baik bagi Afrika Selatan dan memelihara perdamaian di seluruh dunia dengan saling mengampuni, mengasihi dan berbagi satu sama lain. Membalas kejahatan dengan kebaikan memang tidak semudah yang kita katakan. Namun itulah yang Tuhan mau untuk kita lakukan. Tuhan memberi perintah untuk mengampuni bukan untuk membuat kita semakin sakit hati karena perlakuan tidak adil orang lain terhadap kita, namun karena Tuhan ingin menyembuhkan luka hati kita. Kita harus menyadari bahwa kitapun tidak pernah luput dari dosa dan kita pun membutuhkan pengampunan baik dari sesama maupun dari Tuhan. Mengampuni memang tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi di masa lalu, namun akan melapangkan jalan kita ke masa depan. Sebaliknya kebencian, amarah dan sikap tidak mau mengampuni akan menutup jalan untuk masa depan kita sendiri dan menutup pintu berkat Tuhan bagi kita. Karena itu, mari kita buka hati kita untuk melepaskan pengampunan, agar damai sejahtera, kasih karunia dan berkat Tuhan dilimpahkan bagi hidup kita. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, buka pintu hatiku yang terkunci rapat karena dendam dan kecewa dengan seseorang, sehingga aku mampu mengampuninya. Kini kusadari mengapa semua pintu berkat tertutup dalam hidupku, karena aku sendirilah yang telah menguncinya dengan kunci tidak mau mengampuni. Yesus, ampunilah aku orang berdosa ini. Amin. (Dod).