Kencan Dengan Tuhan. Senin, 27 Juni 2016

Bacaan:
Ibrani 10:25

“Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.”

Renungan:
Ada banyak alasan seseorang membenarkan diri untuk tidak menghadiri ibadah di gereja, “Meskipun tidak ke gereja yang penting hati kita baik.” “Banyak orang yang ke gereja tetapi kelakuannya tidak berubah. Jadi untuk apa saya ke gereja kalau hanya melihat banyak orang bersandiwara.” “Hari minggu adalah kesempatan berkumpul dengan keluarga.” Dan masih banyak lagi alasannya. Kerinduan yang besar untuk datang bersekutu dengan Tuhan melalui ibadah, merupakan salah satu patokan untuk mengukur kasih dan ketaatan kita kepadaNya. Matius 6:21 berkata, “Karena di mana hartamu berada di situ juga hatimu berada.” Jika kita menjadikan Tuhan sebagai harta yang paling berharga, maka hati kita akan melekat kepadaNya, kita akan rindu bersekutu dengan Dia. Kehadiran untuk beribadah di gereja tidak dapat digantikan dengan apapun. Ketika kita datang untuk beribadah, kita telah menunjukkan kasih dan ketaatan kita kepada Tuhan, bahwa kita menghormati Dia lebih dari yang lain. Di dalam persekutuan dengan Tuhan melalui jam-jam ibadah kita, kita akan menyenangkan hati Tuhan dan hidup kerohanian kita akan dikuatkan. Gantikan kemalasan dengan ketaatan, karena Tuhan mengasihi orang yang bersungguh hati kepadaNya. “Karena mata Tuhan menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatanNya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia.” (2 Taw 16:9). Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, mampukan aku untuk melawan kemalasan beribadah. Jamahlah hatiku sehingga aku memiliki ketaatan yang sungguh terhadapMu. Kini kumengerti, besarnya cintaKu padaMu dapat diukur dengan ketaatanku beribadah dan berdoa. Semakin malas kudatang padaMu, semakin sedikit cintaku padaMu. Yesus, ampunilah aku orang berdosa ini. Amin. (Dod).