Kencan Dengan Tuhan. Kamis, 21 Juli 2016

Bacaan:

Ayub 7:1

“Bukankah manusia harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan?”

Renungan:

Kehidupan kita di dunia ini bagaikan mengendarai motor dengan jalan yang dilalui tidak selalu datar. Banyak orang mengeluh dan putus asa ketika melalui kehidupan yang terjal. Bangsa Israel generasi Mesir adalah contoh dari mereka yang tidak rela melewati terjalnya kehidupan. Mereka berjalan di tanah datar ketika keluar dari Mesir. Tuhan membuat mereka keluar dari Mesir dengan mudah. Namun setelah itu mereka harus melewati jalan terjal. Sulit air, sulit makan, kepanasan dan kedinginan. Mereka berkata kepada Musa, “Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?” Bertolak belakang dengan bangsa Israel generasi Mesir adalah Yusuf. Yusuf memulai kehidupan di tanah datar. Dia anak yang paling dikasihi ayahnya. Namun, mulai dari sumur sampai penjara adalah jalan kehidupan yang tidak rata. Menariknya, Yusuf rela menjalani kehidupan tersebut dan menjadikannya sebagai tempat penggemblengan dirinya. Alkitab mencatat bahwa Yusuf akhirnya bisa melalui jalan kehidupan yang rata lagi sampai ajal menjemputnya.
Betapa cepat kita mengeluh ketika hidup kita sedikit tidak enak. Kita merasa sepertinya dunia akan berakhir. Kita merasa putus asa dan berada pada titik jenuh. Oleh karena itu mari kita tanamkan di dalam pikiran kita bahwa hidup itu tidak selalu datar. Kita harus siap menghadapi masalah dan tantangan. Sebagaimana Yusuf yang hidup karib dengan Tuhan, hendaklah kita juga demikian. Kekariban dengan Tuhan itulah yang membuat kita sanggup menghadapi setiap tantangan dan mengatasi setiap masalah. Tuhan memberkati.

Doa:

Yesus, beri aku kekuatan seperti Yusuf, sehingga saat aku melewati jalan kehidupan yang terjal, hatiku tetap tenang karena aku percaya bahwa Engkau senantiasa berjalan bersama denganku. Amin. (Dod).