Kencan Dengan Tuhan. Kamis, 28 Juli 2016

Bacaan:

Yesaya 5:4b

“Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam?”

Renungan:

Alkitab menggolongkan anggur sebagai bahan penting dalam hidup bangsa Israel sehari-hari. Selain bekal saat bepergian, anggur juga makanan utama bagi para prajurit. Dalam berbagai perayaan hingga peribadatan, anggur tak pernah absen. Bahkan anggur dimanfaatkan pula sebagai obat. Begitu berartinya buah anggur hingga saat panen adalah saat penuh sukaria dan sorak sorai yang dinanti-nantikan. Namun bagaimana jika buah yang dihasilkan ternyata asam?
Kita adalah kebun anggur Tuhan ( Yesaya 5:7 ). Kita adalah tanaman-tanaman kegemarannya. Kita dirawatnya dengan penuh kasih sayang. Menara perlindungan dan pagar duri dibangunNya mengelilingi kita, melindungi siang dan malam. Kita dibersihkan, diberi pupuk dan ditopang untuk terus bertumbuh. Namun jika Tuhan sudah melakukan semuanya itu, tapi kita tidak berbuah ataupun kalau berbuah rasanya asam, maka ada saat ketika kebun anggur yang berbuah asam akan ditelantarkan atau diobrak-abrik karena perbuatan kita sendiri ( Yes 5:5 ).
Jangan sampai kebun anggur Israel yang berbuah asam itu terjadi dalam kehidupan kita. Tuhan sudah merawat, memelihara, menjaga dan melakukan segala sesuatu demi kira berbuah. Karena itu baiklah kita menghasilkan dan mempersembahkan buah anggur yang manis yang dapat dinikmati oleh Tuhan, Sang Empunya kebun anggur itu. Tuhan memberkati.

Doa:

Yesus, penuhilah aku dengan roh ketaatan terhadapMu, sehingga hidupku mampu menghasilkan buah berkelimpahan yang dapat menyenangkan hatiMu dan memberkati sesamaku. Amin. (Dod).