Kencan Dengan Tuhan. Minggu, 24 Juli 2016

 

Bacaan:

Roma 8:17

“Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus…”

Renungan:

Bagi orang tua yang sehat jasmani dan rohaninya, anak adalah harta yang paling berharga. Banyak pasangan yang belum dikaruniai anak rela mengorbankan segala harta yang mereka miliki supaya mereka dapat memiliki anak. Proses pengobatan yang rumit, lama dan mahal rela mereka jalani demi mendapatkan anak. Banyak orang tua rela membanting tulang mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan anak tanpa menuntut imbalan. Sungguh, anak adalah posisi yang istimewa. Demikian juga dengan kita. Kita mendapat predikat sebagai anak-anak Allah. Hebat bukan! Kita menjadi anak Sang Pencipta langit dan bumi, yang menguasai segala kehidupan. Kita pun mendapatkan hak menjadi ahli warisNya. Mewarisi kerajaanNya yang kekal, yang penuh kedamaian dan sukacita. Apakah kita menyadari status yang kita sandang ini? Karena kita anak Allah, maka hidup kita sesungguhnya menjadi sedemikian berarti dan berharga. Namun sangat disayangkan karena masih banyak pengikut Yesus masih kurang menyadari akan betapa luar biasanya hal ini. Mereka masih mempunyai cara pandang yang miskin tentang diri sendiri sebagai sosok yang bernilai. Mereka masih hidup dalam kenajisan dan kecemaran. Melalui pemahaman sederhana ini, baiklah kita mensyukuri keberadaan kita sebagai anak-anak Allah. Betapa luar biasanya status kita ini. Tidak hanya status yang kita dapatkan, tapi kita juga diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah dan mewarisi janji-janji Allah dalam hidup kita. Tuhan memberkati.

Doa:

Yesus, terima kasih karena Engkau telah memilih aku menjadi anakMu. Ajarilah aku hidup seturut kehendakMu. Jangan biarkan aku hidup seperti anak- anak dunia yang lebih terpikat pada godaan dunia dan menajiskan dirinya dengan segala macam kecemaran. Amin. (Dod).