Kencan Dengan Tuhan. Senin, 25 Juli 2016

 

Bacaan:

Yohanes 12:3

“Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.”

Renungan:

Maria menganggap perjumpaannya dengan Yesus adalah hal istimewa. Maka ia rela memberikan minyak narwastu yang harganya sangat mahal hanya untuk meminyaki kaki Yesus. Bayangkan, harga minyak itu 300 ratus dinar. Satu dinar sama dengan upah pekerja satu hari. Berarti harga minyak narwastu itu sebanding dengan jerih payah orang bekerja selama setahun. Sebuah tindakan yang luar biasa sekaligus mengejutkan. Meski demikian kita bisa menyelami tindakan Maria itu karena kasihnya kepada Yesus. Tidak ada pengorbanan yang terlalu mahal untuk seseorang yang dianggap penting dan istimewa. Kita berani bayar harga semahal apapun untuk sesuatu yang penting dan istimewa di mata kita. Untuk alasan yang sama, orang tua rela mengorbankan apapun yang dimilikinya demi anak. Untuk alasan yang sama, kita berani melakukan apapun demi orang yang kita kasihi. Hal yang sama juga berlaku dalam hubungan kita dengan Tuhan. Jika Tuhan menjadi sosok yang istimewa di mata kita, maka kita berani melakukan apapun demi menyenangkan hatiNya. Jika Tuhan menjadi pribadi yang istimewa bagi kita, maka kita bisa menyelami tindakan Maria sebagai perwujudan kasih. Sebaliknya, jika Tuhan bukan sesuatu yang penting dan istimewa bagi kita, maka cara pandang kita akan seperti Yudas yang melihat hal itu sebagai pemborosan. Seberapa penting dan istimewanya Tuhan bagi kita? Tuhan memberkati.

Doa:

Yesus, buka hati ku agar aku dapat menjadikan Engkau pribadi yang istimewa bagiku. Ampuni aku kalau selama ini aku menjadikan Engkau sebagai pribadi nomor sekian dalam hidupku, sehingga aku sering perhitungan waktu, tenaga dan biaya saat mau beribadah, bersaat teduh dan melayani Engkau. Amin. (Dod).