Kencan Dengan Tuhan. Rabu, 31 Agustus 2016

Bacaan:

1 Tes 5:18
“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”

Renungan:
Pada tanggal 17 Maret 2012, Fabrice Muamba tiba-tiba terjatuh tanpa kontak fisik dengan pemain lain, lalu tak sadarkan diri pada menit ke 41 saat berlangsungnya pertandingan perempat final Piala FA antara Bolton dan Tottenham Hotspur. Ia terkena serangan jantung, namun ia terselamatkan setelah dilakukan 15 kejutan listrik. “Meski karier saya selesai sampai di sini dan harus berhenti bermimpi bermain di level yang lebih tinggi, namun saya bersyukur masih diberi kesempatan untuk hidup. Saya harus bangkit dan melanjutkan hidup. Ilmu matematika dan statistik yang pernah saya pelajari mungkin dapat saya manfaatkan sekarang. Terima kasih untuk Tuhan dan dan siapa saja yang setia mendukung saya dalam doa bagi pemulihan saya,” demikian kata-kata perpisahan Muamba saat resmi mengundurkan diri dari sepak bola profesional tanggal 15 Agustus 2012.
Mengucap syukur mudah dilakukan ketika semuanya berjalan sesuai rencana, namun ucapan syukur yang Tuhan maksud adalah mampu bersyukur dalam segala keadaan. Di sinilah letak kedewasaan iman dan cara berpikir kita diuji. Tuhan tak hanya bekerja lewat keajaiban besar yang mencengangkan, tetapi Ia juga bekerja lewat masalah atau musibah yang kita alami untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.
Ucapan syukur mendahului mujizat! Dengan sering mengucap syukur, kita mengundang tangan Tuhan untuk melakukan perbuatan yang ajaib. Ada begitu banyak kebaikan Tuhan yang kita terima setiap hari, temukan satu saja setiap harinya, lalu katakan terima kasih kepadaNya. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, dalam pergumulan hidupku saat ini, aku tetap berterima kasih kepadaMu, karena segala sesuatu yang Kau ijinkan terjadi dalam hidupku, pasti akan membawa kebaikan bagiku. Terima kasih Yesus, asal Engkau mengetahui apa yang kualami saat ini, itu sudah cukup bagiku. Amin. (Dod).