Kencan Dengan Tuhan. Selasa, 30 Agustus 2016

Bacaan:

Mazmur 16:9

“Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram.”

Renungan:
Kita sering menjumpai tulisan-tulisan “senyum itu sehat”, “senyum itu indah”, “senyum membawa kebahagiaan” dan sebagainya. Tulisan ini ingin memberitahu kita betapa pentingnya senyum yang lahir dari hati, bagi hidup kita. Namun saat kondisi hati galau, kita kurang memahami bagaimana cara mengekspresikan senyum tersebut.
Dalam hal ini kita harus berusaha bagaimana cara menjaga kondisi hati agar tetap bahagia. Seseorang yang menderita cacat kaki pernah ditanyai, “Bagaimana kamu bisa berani menghadapi dunia yang kejam ini dan memiliki begitu banyak teman?”. Dia menjawab, “Penyakit ini hanya menyentuh kakiku dan tidak akan pernah menyentuh hatiku.” Keadaan yang membuat kita paling sulit tersenyum adalah saat sakit, entah itu sakit secara fisik maupun sakit hati dan perasaan. Lalu mengapa kita harus tetap tersenyum di kala sedang sakit? Jawabannya seperti tertulis dalam Amsal 17:22, “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.” Senyum dari hati akan membuat keadaan kita menjadi jauh lebih baik.
Apapun masalah yang kita hadapi saat ini, berusahalah untuk tetap tersenyum dan menjaga hati tetap tenang, maka kita akan tetap merasa bahagia. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, Engkau mengetahui masalah berat yang aku hadapi saat ini. Kuasailah hatiku, agar aku tetap tenang dan tetap memberikan senyum terbaikku untuk sesama dan untukMu sendiri. Jangan biarkan masalahku menghilangkan sukacitaku. Aku percaya, sukacitaku akan memberi kekuatan dan pengharapan bahwa Engkau senantiasa ada dalam setiap pergumulan hidupku. Amin. (Dod).