Kencan Dengan Tuhan. Kamis, 22 September 2016

Bacaan:

Amsal 17:6

“Mahkota orang-orang tua adalah anak cucu dan kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka.”

Renungan:
Ketika Bill Havens sedang giat-giatnya berlatih mempersiapkan diri untuk memperebutkan piala dunia di cabang olahraga dayung, ia menerima telegram yang mengabarkan bahwa isterinya akan melahirkan dua atau tiga hari lagi. Setelah mempertimbangkan masak-masak, akhirnya Bill memutuskan keluar dari area karantina guna mendampingi isterinya dan menanti kelahiran anak yang sangat didambakannya. Bill pulang karena baginya keluarga lebih utama daripada karir. Setelah anaknya tumbuh dewasa, Bill kembali mendapatkan sebuah telegram. “Ayah, terima kasih karena telah menunggu kelahiranku. Aku telah pulang dengan membawa medali emas yang seharusnya ayah menangkan dulu…. Anakmu, Frank.” Frank berhasil meraih medali emas pada Olimpiade di Helsinki, Finlandia, 1952.
Patrick M. Morley pernah berkata, “Saya lebih memilih untuk tidak menjadi siapa-siapa asalkan bisa menjadi seseorang yang berarti bagi anak-anak saya.” Artinya, di tengah-tengah kesibukan dan pengejaran sukses, seorang ayah harus meluangkan waktu untuk mengenal dan dikenal anak-anaknya. Dewasa ini ada banyak anak yang tidak mengenal ayahnya, mungkin juga tidak menyimpan kenangan indah pada masa kecilnya yang tidak diwarnai oleh canda, kehangatan atau pendisiplinan dari ayah mereka, karena sang ayah terlalu sibuk dengan pekerjaan atau pelayanan. Tanggung jawab ayah bukan sekedar memenuhi materi keluarganya, tetapi juga memberi kehangatan bagi anak-anaknya. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, di tengah kesibukanku mampukan aku untuk meluangkan waktu ada bersama- sama dengan keluarga yang kucintai. Sehingga hati mereka tetap melekat padaku dan hatiku tetap melekat pada mereka. Amin. (Dod).