Kencan Dengan Tuhan. Kamis, 29 September 2016

Bacaan:

Matius 18:3
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.”

Renungan:
Kitab Suci mencatat betapa senangnya Yesus kepada anak-anak. Saat murid-muridNya menganggap anak-anak kurang penting, Yesus justru menganggap mereka penting. Pribadi anak-anak adalah pribadi yang sederhana dan polos.
Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari anak-anak. Pertama, tidak khawatir. Anak-anak kecil usia 1-6 tahun tidak khawatir apakah besok mereka dapat minum susu dan makan semangkuk bubur atau tidak. Apakah mereka dapat bersekolah atau tidak. Mengapa anak-anak tidak khawatir? Karena mereka tahu bahwa mereka memiliki orang tua yang dapat memenuhi kebutuhan mereka. Kedua, cepat berdamai. Mereka akan dengan cepat mengekspresikan kemarahan mereka sebagai tanda ketidaksetujuan akan suatu hal. Namun bisa dipastikan bahwa merekapun akan cepat mengucapkan kata maaf, berdamai dan bermain bersama lagi. Ketiga, berkata apa adanya. Apapun perkataan yang keluar dari mulut anak-anak selalu sesuai dengan keadaan yang sebenarnya terjadi.
Inilah 3 hal baik dari banyak hal lainnya yang dimiliki anak-anak yang sukar ditemukan dalam diri orang dewasa. Maka tidaklah heran jika Tuhan menjadikan anak-anak sebagai contoh bagi kita. Sebab adalah benar jika orang dewasa lebih sering memilih khawatir daripada percaya, membenci daripada mengampuni, memutar balikkan fakta daripada berkata sebenarnya. Mari belajarlah lebih banyak dari anak-anak, karena sikap seperti itulah yang dikehendaki Tuhan. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, ajarilah aku untuk bisa meneladan sikap anak-anak yang Engkau sukai, sehingga dalam hidupku sehari-hari aku hanya mengandalkan Engkau saja, menjadi pembawa damai dan selalu berkata jujur. Amin. (Dod).