Kencan Dengan Tuhan. Minggu, 25 September 2016

Bacaan:

Efesus 4:32
“Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.”

Renungan:
Semut sudah lama mendapat predikat sebagai binatang pekerja keras, suka bergotong royong dan juga ramah. Semut hidup berkelompok, selalu bekerja sama mengumpulkan makanan mereka dan uniknya sesibuk apapun mereka, mereka bisa menyempatkan waktu sekadar untuk berpapasan. Sekilas mereka terlihat seperti sedang memberi ciuman, entah benar atau tidak. Tetapi yang pasti itu adalah bentuk keramahan dari semut-semut tersebut. Sampai saat ini dari saya kecil, perilaku semut tidaklah berubah.
Keramahtamahan seharusnya menjadi predikat setiap pengikut Yesus seperti yang tertulis dalam bacaan Kitab Suci di atas. Yesus sudah memberikan teladan kepada kita. Semasa pelayananNya di dunia, Ia telah menunjukkan keramahtamahanNya kepada semua orang. Tidak hanya kepada para pengikutNya, tetapi juga kepada orang-orang berdosa, tertolak dan terkucilkan. Sehingga tindakannya tersebut tidak jarang dikritik dan dihujat oleh pemuka-pemuka agama ketika itu.
Mungkin kesibukan telah membuat kita melupakan hal penting ini. Tetapi saat ini kita bersyukur karena firman Tuhan telah mengingatkan kita kembali sikap yang harus dimiliki oleh setiap pengikut Yesus. Ketahuilah, keramahtamahan adalah kesempatan bagi kita untuk menyampaikan kasih Kristus kepada sesama. Jadikanlah keramahtamahan sebagai predikat kita, bukan hanya karena kita orang Indonesia, tetapi yang terpenting karena kita adalah anak-anak Tuhan. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, mampukan aku untuk melakukan firmanMu ini dalam bersikap ramah terhadap sesama. Penuhilah aku dengan kuasaMu, sehingga melalui keramahanku namaMu semakin dimuliakan. Amin. (Dod).