Kencan Dengan Tuhan. Sabtu, 24 September 2016

Bacaan:

Ibrani 3:7-8
“Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya,
janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun.”

Renungan:
Dalam sebuah karya rabi Yahudi, Tuhan digambarkan berkata-kata kepada kaum Israel sebagai berikut, “Bukalah bagiKu pintu pertobatan selebar lubang jarum saja, maka Aku akan menjalankan kereta-kereta dan kuda-kuda melalui lubang itu.” Hal ini menggambarkan kepada kita bahwa “hati” memegang peranan yang paling penting dalam seluruh hidup kita. Tuhan bisa berkarya di dalam hidup kita atau tidak, itu tergantung pada apakah kita mau membuka hati kita kepadaNya atau tidak. Jika kita membuka hati kepadaNya, maka Ia akan berkarya secara leluasa di dalam hidup kita. Sebaliknya jika kita menutup hati kepadaNya, maka Ia tidak bisa berkarya di dalam hidup kita. Sebab Tuhan tidak pernah memaksa kita.
Banyak pengikut Yesus yang mengeraskan hati kepada Tuhan sehingga mereka tidak mengalami berkat-berkat dan penggenapan janji-janjiNya dalam hidup mereka. Itulah sebabnya banyak pengikut Yesus yang pergi ke gereja yang sama, mendengar khotbah yang sama, namun pulang dengan hasil berbeda. Orang yang satu diberkati dan merasakan sukacita, sedang orang lainnya merasa tidak diberkati dan tetap bersedih hati. Seperti Petrus dan Yudas, punya Guru yang sama, yang sama-sama mengasihi, mengajar, serta melibatkan mereka dalam pelayananNya, namun mereka berbeda dalam hasilnya. Yudas menjadi seorang pengkhianat sedangkan Petrus menjadi pemimpin gereja.
Jika kita ingin mengalami berkat-berkat Tuhan dan mengalami janji-janjiNya tergenapi dalam hidup kita, maka hendaklah kita membuka hati selebar-lebarnya, sehingga kereta-kereta dan kuda-kuda Tuhan leluasa melintasinya. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, kubuka hatiku untukMu saat ini. Masuklah dan bekerjalah secara luar biasa di dalam diriku ini. Amin. (Dod).