Kencan Dengan Tuhan. Sabtu, 22 Oktober 2016

Bacaan:

1 Tesalonika 5:17

“Tetaplah berdoa.”

Renungan:
Doa orang benar adalah benteng kokoh yang sangat sulit ditembus oleh kekuatan musuh. Semasa hidup di bumi, Tuhan Yesus sendiri membangun tembok pertahanan dengan menjalani jam-jam doa secara teratur. Sebelum menjalani puncak pencobaan dari si jahat di taman Getsemani, Yesus memastikan bahwa bentengnya berdiri kokoh. Tindakan ini membuatNya menang atas pencobaan terbesar yang dihadapiNya. Jika Yesus yang adalah Tuhan harus setia membangun benteng rohani, apalagi kita yang hanya manusia biasa?
Biarlah kita menjadi prajurit-prajurit Kerajaan Allah yang selalu berjaga-jaga di dalam doa yang tak putus-putus. Memang ada harga yang harus dibayar jika kita ingin membangun benteng rohani yang kokoh, yaitu menyingkirkan kenyamanan kita dan mulai berdoa dengan hati haus. Orang yang mau bayar harga tidak akan pernah dikecewakan Tuhan.
Apakah kehidupan kita saat ini sedang porak-poranda, ditelusupi dan dihancurkan musuh karena kita tidak lagi setia membangun benteng rohani kita? Kalau hati kita digerakkan Tuhan untuk berdoa, entah itu pagi, siang atau tengah malam, berdoalah segera tanpa menunda. Dengan demikian kita sedang membangun kembali sebuah benteng rohani yang kokoh bagi diri sendiri, keluarga, pelayanan, bangsa dan negara. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, taruhlah roh doaMu dalam diriku, sehingga aku senantiasa mengalami kehausan akan doa. Kini aku tahu bahwa begitu banyak orang yang membutuhkan doa-doaku, secara khusus keluargaku yang tercinta. Mereka perlu benteng pertahanan untuk menjalani hidup ini dengan segala macam godaan dan pergumulannya, maka pakailah aku untuk membentengi mereka dengan doa-doaku. Amin. (Dod).