Kencan Dengan Tuhan. Senin, 31 Oktober 2016

Bacaan:

Amsal 18:10 “Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat.”

Renungan:
Martin Niemoller adalah seorang hamba Tuhan yang hidup pada zaman Hitler. Ketika Hitler memanggil para pemimpin gereja di Jerman kemudian menegur mereka karena kurang mendukung program-programnya, Niemoller berani menentangnya dengan mengatakan bahwa ia hanya peduli dengan kesejahteraan gereja dan rakyat Jerman. Hitler berkata agar Niemoller tidak perlu memikirkan rakyat Jerman, cukup mengurusi gereja saja. Tetapi Niemoller berkata, “Kami sebagai orang Kristen punya tanggung jawab terhadap rakyat. Tanggung jawab itu diberikan oleh Tuhan sendiri kepada kami dan tidak seorangpun termasuk anda yang bisa membatalkannya.” Akibat pernyataannya itu Niemollerpun ditangkap dan diadili.
Saat berjalan ke tempat persidangan, ia dampingi oleh seorang penjaga berseragam yang wajahnya tenang. Sementara itu Niemoller mulai merasa ketakutan. Ia kuatir dengan keadaan gerejanya, keluarganya dan dirinya sendiri. Tiba-tiba penjaga yang mengawalnya membisikkan isi dari Amsal 18:10 di atas. Seketika itu juga ketakutannya lenyap sehingga ia mampu melewati persidangan dan tahun-tahun penderitaan di kamp konsentrasi Nazi.
Ketika ketakutan menghampiri kita, ingatlah nama Tuhan. Hanya Tuhan menara yang kuat dan tempat perlindungan bagi mereka yang percaya kepadaNya. Rasa takut adalah senjata ampuh iblis untuk melemahkan iman kita dan membuat kita menyerah. Tetapi ketika kita menjadikan nama Tuhan menara yang kuat dan menaruh pengharapan kita kepadaNya, maka keberanian, kekuatan dan penghiburan akan ditambahkan kepada kita sehingga kita mampu menjalani hari demi hari dengan tenang tanpa ketakutan. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, dengan namaMu yang kudus, aku siap menjalani hari-hariku yang penuh pergumulan, karena aku percaya namaMu adalah menara yang kuat. Amin. (Dod).