Kencan Dengan Tuhan. Senin, 28 November 2016

Bacaan:

1 Yohanes 4:8
“Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.”

Renungan:
Kasih adalah ciri khas dari kehidupan kekristenan yang membedakan kita dengan dunia ini. Mengasihi bukanlah pilihan bagi pengikut Kristus, melainkan sebuah keharusan yang sama halnya seperti manusia dengan makanan. Mau tidak mau, enak tidak enak manusia akan tetap makan agar dapat bertahan hidup. Jadi baik atau tidak baik situasi, kondisi dan tempatnya, kita harus tetap dapat mengasihi.
Itulah sebabnya ada banyak ayat Kitab Suci yang berbicara tentang kasih untuk menggedor hati kita agar kita hidup sebagai anak-anak terang yang memancarkan kasihNya. Sebab seperti apa dan bagaimana kita hidup, maka seperti itulah orang akan memandang Kristus. Jika kita hidup sebagai pemarah atau pendendam, maka seperti itulah Kristus di hadapan orang-orang yang tidak mengenalNya. Kristus yang adalah kasih, berubah menjadi pribadi yang buruk karena keangkuhan, keegoisan dan kegengsian kita yang tidak mau mengampuni.
Di dalam Kristus, hal mengasihi bukan lagi sebuah kemustahilan. Untuk itu, jika kita masih merasakan sebaliknya, maka sesungguhnya IA tidak ada di dalam kita dan kita tidak pernah mengenalNya. Saat dunia membutuhkan alasan atau syarat untuk mengasihi, IA justru mengajarkan kita untuk mengasihi tanpa syarat, sama seperti Dia yang mengasihi kita tanpa syarat. Maukah kita belajar mengasihi? Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, aku mau belajar untuk mengasihi seperti Engkau yang sudah mengasihi aku apa adanya. Masuklah dalam hatiku dan jadikanlah hatiku seperti hatiMu sendiri. Amin. (Dod).