Kencan Dengan Tuhan. Jumat, 16 Desember 2016

Bacaan:

Amsal 21:13

“Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang lemah, tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru.”

Renungan:
Salomo dalam bacaan di atas mengatakan, “”Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang lemah, tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru,” itu artinya orang lemah harus mendapatkan pembelaan. Salomo memahami sekali arti tanggung jawab tersebut. Pengalamannya bersama Tuhan sepanjang hidupnya membuat dia sadar akan tanggung jawab ini. Bahkan kesadaran ini diungkapkan dalam sebuah puisi pengharapan untuk seorang raja, “Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, orang yang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong; ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang miskin. Ia akan menebus nyawa mereka dari penindasan dan kekerasan, darah mereka mahal di matanya.” (Mzm 72:12-14).
Melakukan sesuatu untuk orang lemah bukanlah perkara mudah. Kesulitan itu sebenarnya tidak terletak pada kemampuan jasmani, apalagi untuk orang yang mempunyai banyak harta benda. Kesulitan itu terletak pada motivasi untuk menolong, sebab menolong orang lemah, kecil kemungkinan untuk mendapatkan balas jasa darinya. Inilah yang menggoda seseorang untuk terus mengabaikan orang lemah. Tetapi ingatlah, Allah mereka adalah Allah yang sama yang mengizinkan kita memiliki harta benda. Jika kita tidak memerhatikan orang lemah, suatu kali ketika kita mengalami kelemahan, maka orang lain tidak akan menolong kita.
Oleh sebab itu, sekalipun motivasi kita bukan untuk mendapat upah dari Allah, memerhatikan orang lemah merupakan tanggung jawab kita sebagai pengikut Yesus yang sudah lebih dahulu ditolong oleh Allah. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, mampukan aku untuk membela dan memerhatikan orang-orang lemah dan tersingkir seperti yang Kau kehendaki aku lakukan. Amin. (Dod).

Share this Post!

About the Author : Mudika Liturgi