Kencan Dengan Tuhan. Minggu, 18 Desember 2016

Bacaan:

Amsal 15:22

“Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak.”

Renungan:
Ada seorang gadis yang sudah lama mencari pasangan hidup. Karena malu dengan usianya yang semakin bertambah dan tidak tahan mendengar gunjingan orang akan keberadaannya yang masih sendiri, maka tanpa pikir panjang ia pun akhirnya menikah dengan seorang pria yang jauh lebih muda darinya yang bekerja sebagai supir truk. “Akhirnya menikah juga,” kata gadis itu dalam hati. Ternyata suaminya itu mandatangkan penderitaan yang mendalam baginya. Suaminya selalu memukul dan tidak bertanggung jawab untuk memberi nafkah. Akhirnya hari-harinya dilalui dengan linangan air mata. Tidak tahan dengan penderitaannya, wanita itu akhirnya memutuskan untuk bercerai. Gunjingan baru mulai terdengar, “Ada janda muda yang baru bercerai, hati-hati suami kamu nanti direbutnya.” Akar dari semuanya adalah karena ia hanya sekedar mengejar status menikah, sehingga tidak bijak di dalam memilih pasangan hidup.
Seorang wanita yang mengasihi Tuhan berkata, “Bukan hidup sendirian yang aku takutkan, tetapi hidup dengan orang yang salah.” Terlanjur menikah dengan orang yang salah adalah sesuatu yang fatal, karena prinsip pernikahan kristiani adalah pernikahan sekali untuk seumur hidup. Janganlah asal menikah dengan seseorang hanya karena faktor usia, rasa malu atau paksaan orang tua. Keputusan untuk menikah merupakan keputusan yang sangat penting. Jangan pernah banting harga serta mengabaikan prinsip-prinsip Alkitab di dalam memilih pasangan hidup. Mintalah hikmat dan tuntunan dari Tuhan agar anda menemukan pasangan yang sepadan. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, berilah aku hikmat untuk memilih pasangan hidupku agar kami dapat saling memberkati. Kalau hari ini aku sudah salah memilih, beri aku kekuatan untuk menghadapinya dan berilah aku kemauan dan kemampuan untuk menjadi pendoa baginya sehingga ia dapat berubah. Amin. (Dod).

Share this Post!

About the Author : Mudika Liturgi