Kencan Dengan Tuhan. Minggu, 20 Desember 2015

Bacaan:
Mazmur 130:5
Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firmanNya.

Renungan:
Charles Swindoll bercerita, “Aku masih ingat malam itu, usai makan anak bungsuku berkata bahwa ia mau menceritakan padaku sebuah kejadian penting yang dialaminya di sekolah hari itu. Ia berjanji akan menceritakan itu secara cepat agar tidak menggangguku. Menyadari sikapku yang membuat seisi rumah menjadi takut, aku kemudian berkata, “Sayang, kau tidak perlu menceritakannya secara cepat. Ayah punya waktu untukmu. Ceritakan saja perlahan-lahan.” Lalu anak bungsuku berkata, “Tapi Ayah juga harus mendengarkannya baik-baik, jangan terburu-buru.” Selama masih hidup di dunia ini segala sesuatu memang penting. Kita perlu memberikan perhatian untuk pekerjaan, keluarga dan Tuhan. Kuncinya terletak pada pengaturan kita, sehingga segala sesuatunya dapat berjalan dengan seimbang. Jika perhatian yang kita berikan untuk pekerjaan lebih besar daripada keluarga, maka kita akan measa kesal ketika mereka meminta waktu kita. Demikian juga hubungan dengan Tuhan. Berapa sering kita merasa terganggu dengan jam-jam ibadah atau kegiatan rohani lainnya? Sebagian orang tidak sempat lagi bersekutu dengan Tuhan dalam doa dan pembacaan firman Tuhan, hanya karena lebih mementingkan pekerjaan. Ada juga yang berdoa dengan terburu-buru sambil sesengkali memerhatikan jam dan memikirkan kegiatan lainnya. Kini marilah kita lakukan segala sesuatunya dengan penuh perhatian. Ketika bekerja berikan perhatian penuh terhadap pekerjaan, ketika bersama keluarga berikan perhatian penuh kepada mereka. Ketika bersekutu dengan Tuhan, berikan perhatian penuh kepada Tuhan. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, berilah aku hikmat, agar perhatian yang kuberikan kepada Engkau, pekerjaan dan keluarga, dapat kuberikan dengan baik tanpa merugikan salah satunya. Amin. (Dod).