Kencan Dengan Tuhan. Senin, 7 Desember 2015

Bacaan:
1 Korintus 13:4-5
“Kasih itu sabar…… Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.”

Renungan:
Ameneh seorang wanita buta, berdiri di depan pria yang berlutut di kakinya, yang menangis memohon pengampunannya. Pria itulah yang menyebabkan kebutaan dan kerusakan di wajahnya. Seorang dokter sedang menanti jawaban Ameneh dalam melaksanakan perintah persidangan untuk meneteskan larutan acid ke mata pria itu sebagai hukuman setimpal. Di menit terakhir, Ameneh berseru, “Saya mengampuninya.” Dia meminta dokter melepaskannya dari hukuman itu dan mengampuni pria yang mengalami kebencian ketika cintanya ditolak Ameneh. Ameneh mengalami luka fisik dan hati, serta masa depan yang hancur karena pria itu, namun ia mampu mengampuninya.

Bila ditanya, “Apakah pemahaman kita tentang kasih?” Maka kita kita akan berusaha memberi definisi yang indah. Namun jika berbicara tentang praktik kasih, maka kebanyakan dari kita akan mengalami kegagalan. Yesus berkata, “Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?” Bukankah konsep ini yang sering dipakai ketika kita mempraktikkan kasih? Dengan mulut kita memproklamirkan kasih, namun di hati kita menyimpan kebencian. Yesus memberikan teladan kasih dengan melepaskan pengampunan. Ketika kita terus menerus melepaskan pengampunan pada orang yang menyakiti kita, maka kita akan sampai pada kondisi di mana kita tidak lagi merasa terluka ketika disakiti. Mother Teresa berkata, “Telah kutemukan kontradiksi, yaitu jika saya belajar mengasihi hingga menyakitkan, ternyata kemudian saya tidak lagi merasa terluka, yang ada hanyalah kasih yang berlimpah.” Bagaimana dengan kita? Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, terima kasih karena sudah mengampuni semua kesalahanku. Taruhlah kasihMu lebih besar lagi dalam hatiku, agar akupun mampu berbuat hal yang sama untuk mengampuni setiap orang yang pernah menyakiti hatiku. Amin. (Dod).