Kencan Dengan Tuhan. Minggu, 7 Februari 2016

Bacaan:

Efesus 6:4
“Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.”

Renungan:
Suatu ketika seorang ibu membaca sebuah artikel bagaimana menangani seorang anak yang sedang berada dalam kesulitan atau masalah. Bukan dengan memaki, memarahi, atau memukul, tetapi dengan menutup mulut dan membuka pelukan. Ketika seorang dari anak kembarnya yang masih berusia 6 tahun secara tidak sengaja menjatuhkan pajangan keramik yang disukainya, anak tersebut kelihatan sangat ketakutan dan berdiri terpaku di pojok ruangan dengan wajah menunduk. Selama ini bila ia berbuat kesalahan, ibunya langsung memarahinya tanpa memberi kesempatan anaknya membela diri. Namun kali ini sang ibu ingat artikel tersebut. Ia mendekati sang anak tanpa berkata sepatah katapun. Kedua tangannya terentang, mengangguk sambil tersenyum kepadanya. Dengan serta merta anaknya lari ke dalam pelukannya, membenamkan wajahnya ke tubuhnya dan menangis tersedu-sedu sambil berkata, “Mama maafkan Edbert karena telah memecahkan keramik mama.” Ibu tersebut pun berkata, “Maafkan mama juga yang selama ini telah membuatmu ketakutan.” Kini ibu tersebut menyadari ketika seorang anak merasa dikasihi dan tidak didakwa, maka dengan kesadaran sendiri dan dengan penyesalan, ia akan mengakui kesalahannya. Selanjutnya ibu tersebut melihat sejak saat itu anaknya begitu terbuka padanya. Hal itu jugalah yang Allah lakukan terhadap anak-anakNya. Ia selalu mendengar setiap pengakuan dosa kita dengan tangan terbuka. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, ampuni aku karena aku sering menjadi monster yang menakutkan bagi anak-anakku. Sehingga tanpa kusadari hati mereka mulai menjauh dariku. Masuklah dalam hatiku Yesus, agar kasih Bapa melekat dalam hatiku. Sehingga bagaimanapun kondisi anak-anakku, aku tetap menerima mereka dengan tangan terbuka dan hati yang teduh. Amin. (Dod).