Kencan Dengan Tuhan. Rabu, 13 April 2016

Bacaan:

Filipi 2:4
“Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.”

Renungan:
Suatu ketika seorang anak laki-laki pergi menuju sebuah toko soda dan duduk di sana. Ia bertanya pada seorang pelayan, “Berapa harga es krim sundae?” “Lima puluh sen,” jawab sang pelayan. Anak laki-laki itu merogoh kantongnya dan mulai menghitung uangnya. Sang pelayan memandanginya dengan tidak sabar. Si anak laki-laki bertanya lagi, “Berapa harga es krim biasa?” Sang pelayan menjawab dengan agak malas, “Tiga puluh lima sen.”Kembali si anak menghitung uangnya. “Kalau begitu saya minta es krim biasa.” Ia menaruh 35 sen di kasir. Sang pelayan mengambil uang tersebut dan membawakan es krim pesanannya. Sepuluh menit kemudian, si pelayan kembali dan mendapati mangkuk es krim tersebut telah kosong. Anak laki-laki tadi sudah pergi. Ia mengambil mangkuk kosong tersebut dan ia tertegun. Ada 15 sen di samping mangkuk itu. Ternyata anak laki-laki tadi punya uang yang cukup untuk membeli es krim sundae, tapi ia membeli es krim biasa supaya ia bisa memberi tip untuk sang pelayan. Bagi dunia, bahagia berarti menerima dan menerima lebih banyak lagi. Bahagia di dalam Tuhan berarti memberi dan memberi lebih banyak lagi. Satu-satunya cara mengukur kekayaan adalah dengan menghitung berapa banyak orang yang telah kita berkati melalui kekayaan kita tersebut. Selamat memberi. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, terima kasih untuk semua berkat jasmani yang telah Kau berikan padaku. Kini berikanlah aku hati yang rela untuk memberi, agar apa yang ada padaku dapat menjadi berkat bagi sesamaku dan untuk kemuliaan namaMu. Amin. (Dod).