Kencan Dengan Tuhan. Jumat, 15 Juli 2016

Bacaan:
1 Samuel 16:7

Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”

Renungan:
Suatu kali seseorang pergi ke sebuah kota untuk mengunjungi saudaranya. Dia bertanya kepada seseorang yang sedang menunggu bus, tetapi orang tersebut menjawab dengan kasar. Untuk meyakinkan dirinya, ia pun bertanya kepada orang lain lagi. Kebetulan dia menemukan orang yang juga tidak ramah. Sambil berjalan pergi ia pun menggerutu, “Ternyata orang-orang di kota ini kasar-kasar.” Itulah kesimpulannya yang dia ambil untuk menilai semua orang di kota tersebut. Mungkin kita juga pernah terlalu cepat di dalam menilai sesuatu. Ketika kita mendengar seorang hamba Tuhan yang korupsi di gereja, kita juga berpikir bahwa semua hamba Tuhan sudah rusak. Ketika suatu kali kita mendengar seseorang marah, maka kita menyimpulkan bahwa dia pemarah. Ketika kita bertemu seseorang yang mahal senyum, maka kita berpikir dia sombong. Tuhan mengajar supaya kita melihat dengan lebih teliti sampai ke dalam dasar hati karena bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah, manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati. Mari kita waspada dengan kecenderungan untuk cepat menarik kesimpulan negatif dan sedapat mungkin kita membuka mata dan telinga lebar-lebar sehingga segala sesuatu yang kita simpulkan berdasarkan data dan fakta yang benar. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, mampukan aku agar tidak mengambil keputusan yang keliru terhadap seseorang hanya karena pengamatan yang sesaat. Tetapi ajarilah aku untuk melihat sampai kedalaman hati sehingga aku tidak salah dalam menilai seseorang. Amin. (Dod).