Kencan Dengan Tuhan. Jumat, 8 Juli 2016

Bacaan:

Ibrani 5:7
“Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.”

Renungan:
Abraham Lincoln menangis ketika melihat begitu banyak korban yang jatuh dalam perang sipil. Napoleon Bonaparte menangis ketika ia diusir dan dibuang dari Perancis, negeri yang dicintainya. Rasul Paulus menangis ketika menasihati jemaat di Filipi supaya mereka hidup menurut jalan Tuhan. Jika yang menangis adalah manusia itu wajar-wajar saja. Bagaimana jika Tuhan menangis? Alkitab mencatat bahwa Tuhan Yesus juga menangis. Yesus menangis ketika Lazarus meninggal. Yesus menangis sebagai rasa empati. Yesus turut merasakan kesedihan yang dialami oleh Marta dan Maria. Yesus menangis saat memandang kota Yerusalem, hatiNya hancur karena kota itu akan binasa. Inilah air mata duka yang dicurahkan oleh Yesus atas kota yang dicintaiNya. Seorang penulis tak dikenal membuat sebait puisi, “Putera Allah menangis, para malaikat terheran-heran melihat. Jangan heran, ya jiwaku. Ia menitikkan air mataNya untukmu.” Air mata Yesus yang tertumpah adalah bukti ketulusan dan kerinduan hatiNya yang ingin menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhilang. Mungkin saat ini kita berpikir, buat apa Tuhan menangisi saya. Kita dapat menolak tawaranNya untuk menyelamatkan kita, karena kita tidak mau menerimaNya, tetapi kita tidak dapat menghalangiNya untuk menangisi jiwa kita yang terhilang. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, kini aku mengerti arti tangisanMu. Engkau menangis karena Engkau tidak ingin melihatku binasa dalam dosa. Terima kasih atas kasihMu yang tulus untukku. Yesus akupun mengasihiMu. Amin. (Dod).