Kencan Dengan Tuhan. Jumat, 12 Agustus 2016

 

Bacaan:

Roma 13:10
“Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.”

Renungan:
Hipokrates, sang tabib pada zaman Yunani kuno dipandang sebagai bapak ilmu kedokteran barat. Ia memahami pentingnya mengikuti prinsip-prinsip moral dalam menerapkan pengobatan. Ia juga dikenang sebagai penulis Sumpah Hipokrates, yang sampai sekarang masih digunakan sebagai panduan etika untuk para dokter di zaman modern ini. Salah satu konsep penting dari sumpah tersebut adalah “untuk tidak berbuat jahat.” Hal itu mengandung arti bahwa seorang dokter hanya akan melakukan apa yang menurutnya baik dan bermanfaat bagi para pasiennya.
Prinsip untuk tidak berbuat jahat itu menjadi pusat dari ajaran Perjanjian Baru tentang mengasihi sesama. Rasul Paulus melihat bahwa kasihlah yang menjadi alasan di balik banyak perintah Alkitab seperti dalam bacaan di atas.
Ketika kita mengikuti Yesus dari hari ke hari, kitapun dihadapkan pada beragam pilihan yang akan mempengaruhi kehidupan orang lain. Saat mempertimbangkan tindakan yang akan kita ambil, kita harus bertanya pada diri sendiri, “Apakah tindakan itu mencerminkan kepedulian Kristus kepada sesama ataukah hanya untuk kepentingan diri sendiri?” Kepekaan seperti itu akan menjadi wujud dari kasih Kristus yang rindu untuk memulihkan orang-orang yang sedang terpuruk dan membantu mereka yang sedang membutuhkan pertolongan. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, terima kasih karena Engkau sudah menggerakkan hatiku untuk peduli pada sesamaku yang membutuhkan pertolongan. Biarlah kasihMu itu tinggal tetap di dalam hatiku, sehingga hidupku mampu menjadi cerminan kehadiranMu sendiri. Amin. (Dod).