Kencan Dengan Tuhan. Kamis, 11 Agustus 2016

Bacaan:

Mazmur 73:28

“Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah; aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan ALLAH, supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Nya.”

Renungan:
Ketika terjadi perang saudara di Amerika Serikat, salah seorang penasihat Presiden Abraham Lincoln mengatakan bahwa ia bersyukur karena Allah berada di pihak pemerintahan perserikatan (utara). Lincoln menjawab, “Tuan, kekuatiran saya bukanlah apakah Allah berada di pihak kita; kekuatiran terbesar saya adalah apakah kita berada di pihak Allah, karena Allah selalu benar.”
Pernyataan itu benar-benar menggugah kita yang selama ini menganggap bahwa Allah itu ada untuk semata-mata mendukung berbagai rencana, keputusan, dan keinginan kita. Jawaban Lincoln mengingatkan kita bahwa rencana-rencana kita yang terbaik sekalipun belum tentu sesuai dengan kehendak Allah.
Di dalam Mazmur 139:23-24, pemazmur dengan jelas ingin senantiasa berada di pihak Allah ketika ia memohon, “Selidikilah aku, ya Allah dan kenalilah hatiku.. lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!” Ketika kita mengikuti teladan pemazmur untuk senantiasa dekat pada Allah kita dapat memastikan bahwa kita berada di pihakNya, seiring RohNya menolong kita untuk menyelaraskan setiap pikiran dan tindakan kita agar seturut dengan jalanNya yang selalu benar.
Jadi tanyakanlah kepada diri sendiri: Apakah kita berada di pihak Tuhan? Berada di pihakNya berarti kita mencerminkan kasihNya kepada orang-orang di sekitar. Kita akan mengampuni, memperlakukan orang lain dengan adil dan mengusahakan perdamaian. Jalan-jalan Allah selalu menjadi yang paling baik. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, selidikilah hatiku, apakah jalanku serong di hadapanMu. Berilah aku rahmat kerendahan hati agar mau berbalik pada jalanMu. Jangan biarkan keegoisan menguasaiku, sehingga aku memaksakan Engkau untuk ada di pihakku, sementara apa yang kulakukan tidak sesuai dengan kehendakMu. Amin. (Dod).