Kencan Dengan Tuhan. Kamis, 18 Agustus 2016

Bacaan:

Efesus 2:10

“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”

Renungan:
Suatu kali seorang tukang jam berkata kepada sebuah jam dinding, “Maukah engkau ku jadikan sesuatu yang berguna bagi orang banyak?” “Ya, aku mau,” jawab jam dinding tersebut. “Kalau begitu aku akan menaruh baterai di dalammu sehingga engkau bisa bekerja. Tetapi jika baterai di dalammu sudah aku ambil karena kehabisan daya, maka engkau tidak bisa bekerja lagi. Untuk itu tetaplah bekerja selama baterai itu berfungsi dalam tubuhmu.” Kini jam dinding itu telah berdaya guna. Dilihat orang ataupun tidak, dihargai orang atau tidak, ia tetap berputar.
Demikian juga dengan manusia. Ketika Tuhan menciptakan manusia dan memberi baterai yaitu nafas hidup, sebenarnya Tuhan memiliki tujuan. Tuhan menaruh daya berupa potensi supaya manusia bisa bekerja atau berkarya sesuai tujuanNya. Paulus dalam bacaan di atas mengingatkan kita bahwa kita diciptakan Allah untuk melakukan pekerjaanNya, maka tidak ada alasan bagi kita untuk diam karena minder atau malas karena merasa tidak dihargai orang lain. Tuhan menghendaki supaya kita tetap berguna sampai baterai dalam diri kita kehabisan daya yaitu saat Tuhan memanggil kita kembali kepadaNya.
Mari, selama Tuhan masih memberi hidup, kita lakukan hal-hal yang baik dan berguna bagi sesama dan bagi Tuhan. Tidak usah memusingkan diri dengan pujian dan penghargaan manusia. Sekalipun yang kita lakukan tidak dilihat atau dipuji orang lain, kita harus tetap melakukannya, karena pertanggungjawaban kita yang utama adalah kepada Tuhan bukan kepada manusia. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, mampukan aku untuk melakukan tugas pekerjaanku setiap hari dengan baik, karena Engkau senantiasa melihat apa yang aku kerjakan dan padaMulah aku harus mempertanggungjawabkan semuanya kelak. Amin. (Dod).